Maman
Senin, 03 Agustus 2026 | 00:47 WIB
SUMEDANG (RI).– Mohamad Toriq Anwar membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi. Putra pasangan petani dan peternak bebek asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII.
Atas prestasinya, Toriq mendapat kehormatan sebagai satu dari tiga Purna Praja yang menerima penyematan tanda pangkat Pamong Praja Muda secara langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada upacara pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII.
Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayah dan ibunya sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus peternak bebek yang menjual telur ke warung-warung di sekitar tempat tinggal mereka. Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu.
Berbekal tekad untuk memperbaiki taraf hidup keluarga, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022. Ia memilih IPDN karena merupakan sekolah kedinasan yang memberikan pembiayaan pendidikan dan biaya hidup selama masa pendidikan.
"Alhamdulillah saya berhasil meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi IPDN di Provinsi Jawa Tengah. Karena IPDN merupakan sekolah kedinasan, seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menjalani pendidikan ditanggung oleh negara," ujar Toriq di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Perjalanannya menuju IPDN tidaklah mudah. Keluarganya sempat mengalami kesulitan memenuhi biaya transportasi dan kebutuhan administrasi untuk mengikuti rangkaian seleksi di Semarang yang berjarak sekitar empat hingga lima jam dari Banyumas.
Meski menghadapi keterbatasan, dukungan keluarga membuat Toriq mampu mengikuti seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan nilai SKD sekitar 455, sekaligus menempatkannya sebagai peringkat pertama pada sesi seleksinya sebelum akhirnya meraih peringkat kedua tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Bagi Toriq, kesempatan menerima penyematan tanda pangkat langsung dari Presiden menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Saya merasa sangat bangga. Bisa menjadi salah satu dari tiga orang yang disematkan langsung oleh Presiden merupakan pengalaman yang sangat membanggakan dan menjadi mimpi yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan," ungkapnya.
Prestasi tersebut semakin menguatkan tekad Toriq untuk mengabdikan diri sebagai aparatur pemerintah. Ia berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara melalui tugas dan pengabdiannya sebagai Pamong Praja Muda.
"Kami siap mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya. ***