R.Robby Rahmat
Jumat, 31 Juli 2026 | 22:54 WIB
Cirebon,(RI)- Gusti Ratu Raja Mawar Kartina,SH,MH mewakili keluarga Besar keluarga kesultanan Cirebon menolak adanya Pasar darurat ,Pasar kanoman yang di Bangun oleh PT Qodiron yang di bangun di depan keraton kanoman yang tanpa ijin Kepada KGA, Sultan Mochamad Saladin (Sultan kanoman Xll)
Gusti Ratu Raja mawar Kartina,SH,MH dengan tegas menolak Pasar tradisional atau Pasar moderen di wilayah keraton kanoman apalagi Pasar darurat yang mau di Bangun Persis di depan keraton kanoman
Dengan adanya Pasar tradisional di wilayah kanoman saja sudah bikin kumuh dan menghilangkan wibawa karisma keraton kanoman seakan akan tidak menghormati Adat budaya Peninggalan Para leluhur Para Pendiri keraton kanoman
Sampai sekarang adat budaya di keraton kanoman terus berjalan yang di pimpin oleh
KGA Sultan Mochamad Saladin (Sultan kanoman Xll).
"Ujar Gusti Ratu Raja mawar Kartina ,SH,MH yang mewakili sultan dan keluarga besar keraton kanoman dan keluarga besar kesultanan cirebon."
KGA Sultan Mochamad Saladin ( Sultan kanoman Xll) mendapat mandat langsung melalui surat Wasiat Sultan Sepuh KGS Sultan Mochamad Djalaludin (Sultan kanoman Xl) untuk meneruskan tahta Sultan yang sampai saat ini Masi di Pegang oleh beliau KGA Sultan Mochamad Saladin ( Sultan kanoman Xll)
Kerangka Hukum dan Kebijakan Terkait status Cagar Budaya: Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 432/Kep.156-Disparbud/2018, kawasan Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan ditetapkan sebagai kawasan dan bangunan cagar budaya, yang mewajibkan perlindungan koridor sejarah dari kekumuhan.
Penataan Pasar Tradisional: Di Kota dan Kabupaten Cirebon, pengelolaan pasar rakyat mengacu pada aturan penataan seperti Peraturan Daerah Kota Cirebon tentang Pengelolaan Pasar serta Perda Kabupaten Cirebon No. 7 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, yang mengatur zonasi dan kebersihan lingkungan pasar.
Revitalisasi Kawasan: Pemerintah daerah bersama pihak keraton kerap dihadapkan pada dilema historis, di mana Pasar Kanoman sengaja berada di depan keraton sejak masa kolonial untuk menutupi aktivitas keraton, namun kini menjadi sorotan untuk ditata ulang agar akses wisata budaya lebih bersih dan tertata
Tim/Red-RI